JENIS PROPOLIS

Jenis Propolis Terbaik

goodfit propolis
Kemasan Baru Goodfit Propolis

Apakah Anda sudah mengenal propolis? Mungkin udah gak asing lagi kata ini buat Anda. Apakah Anda tahu jenis-jenis propolis? Sebagian orang tau propolis, tapi jarang yang tau jenis propolis itu apa saja. Jika Anda ingin cari propolis yang berkualitas tinggi, Anda harus pilih propolis brazilian yang berwarna HIJAU.

Brazilian Green Propolis memiliki kandungan flavonoid tertinggi dibanding propolis jenis lain. Goodfit Nano Propolis adalah merk propolis TERBAIK saat ini karena dibuat dari Brazilian Green Propolis ASLI, diolah teknologi NANO, reaksinya cepat, penyakitpun langsung minggat…

Ada banyak jenis propolis yang ada di dunia ini, hal ini disebabkan karena lebah madu sebagai penghasil propolis dapat hidup dimana saja. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, banyak wilayah yang membudidayakan propolis.

Jika dipetakan secara garis besar, maka di dunia ini ada 3 wilayah penghasil propolis terbesar, yaitu wilayah Australia / Newzealand, China / Taiwan, dan Brazil. Di wilayah lain juga sebenarnya ada, namun dalam skala kecil.

Propolis yang dihasilkan dari 3 wilayah tersebut berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena letak geografis, jenis tumbuhan, jenis lebah, dan faktor alam lainnya. Perbedaan jenis propolis ini dapat dilihat secara kasat mata saat propolis tersebut sudah diolah atau diekstrak. Perbedaan yang paling menonjol adalah dari segi warna propolis tersebut. Hal itu bisa terlihat jelas dari gambar berikut ini.

Berdasarkan gambar diatas, sangat terlihat jelas perbedaan propolis dari 3 wilayah berbeda tersebut. Propolis Australia / New Zealand berwarna coklat terang, proplis China / Taiwan berwarna coklat gelap, dan propolis Brazilian berwarna hijau terang.

Menurut penelitian para ahli, propolis Brazilian memiliki kandungan bioflavonoids paling tinggi dibandingkan dengan propolis dari wilayah lainnya. Hal ini dikarenakan alam di Brazil masih asli dan dilindungi oleh pemerintahan setempat, serta iklimnya juga bagus. Selain itu di Brazil terdapat jenis tumbuhan bernama Bacharis Dracunculifolia dan Dalbergia sp, yang memiliki kandungan flavonoids tinggi, dimana kedua tumbuhan ini merupakan makanan utama lebah disana.

Faktor lain yang membuat propolis Brazilian dianggap paling bagus adalah jenis lebah madu yang menghasilkan propolis tersebut. Di Brazil ada jenis lebah yang disebut lebah madu Afrikanisasi (Africanized honey bees / AHBs), merupakan jenis lebah hibrida yang dihasilkan dari perkawinan silang antara lebah Afrika (Apis mellifera scutellata) dengan berbagai jenis lebah madu Eropa seperti A. m. ligustica dan A. m. iberiensis.

Lebah madu Afrikanisasi adalah jenis lebah penghasil madu yang paling produktif diantara jenis lebah madu lain. Jenis lebah Afrikanisasi ini memiliki sistem imun yang lemah, sehingga propolis yang dihasilkan harus lebih kuat agar sarangnya tidak terinfeksi virus, bakteri, ataupun jamur. Seperti kita ketahui bahwa kegunaan propolis untuk lebah itu sendiri adalah sebagai pelindung atau tameng agar sarangnya tetap steril.

Selain jenis propolis berbeda tergantung dari wilayahnya dan jenis lebahnya, cara pengolahan propolis juga jadi faktor penting dalam menghasilkan propolis yang berkualitas. Jaman dahulu propolis diekstrak dengan menggunakan alkohol untuk memisahkan resin dan lilin lebah.

Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini propolis bisa diolah menjadi ukuran sangat kecil dengan ukuran milimikron (nano technology), propolis yang diolah dengan teknologi nano ini disebut sebagai propolis nano.

Propolis nano adalah jenis propolis yang sudah bebas dari beeswax / lilin lebah. Ciri propolis nano adalah jika dilarutkan kedalam air bening, maka airnya tidak menjadi keruh (tetap bening), hanya ada sedikit warna, biasanya cokelat terang atau hijau terang.

Propolis nano lebih bagus dibanding propolis lain karena propolis akan cepat diserap oleh tubuh, sehingga khasiat propolis cepat terasa. Jika mengkonsumsi propolis yang masih mengandung beeswax, manfaat propolis nya tidak akan maksimal, karena tidak bisa diserap sepenuhnya oleh tubuh, dan jika dikonsumsi dalam jangka panjang, dikhawatirkan beeswax tersebut akan menempel pada ginjal sehingga kinerja ginjal tidak maksimal. Propolis nano sangat aman, tanpa efek samping propolis, karena sudah tidak mengandung beeswax / lilin lebah.

Untuk informasi lebih lanjut atau untuk memesan Goodfit Nano Propolis, Anda bisa menghubungi:

Lanni Mariani

0822 1669 8412 / 5A1354C1

 

Advertisements

23 thoughts on “JENIS PROPOLIS”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s